Senin, 24 April 2017

Biografi R.A. Kartini



Biografi R.A. Kartini atau Raden Ayu Kartini adalah salah satu sosok wanita yang menjadi pelopor untuk kebangkitan wanita pribumi, salah satu dari pahlawan Indonesia yang wajib untuk dijadikan inspirasi hidup bagi warga Indonesia khususnya bagi para kaum wanita. Perjuangan beliau untuk memperjuangkan emansipasi wanita di Indonesia patut diancungi jempol.

Raden Ayu Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Kota Jepara. R.A adalah sebuah gelar yang diberikan kepada keluarga bangsawan karena beliau merupakan anak dari kalangan keluarga bangsawan, maka ia berhak mendapatkan gelar R.A atau bisa disebut dengan Raden Ajeng.

Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, yang semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Bupati Jepara yang diangkat saat berusia 25 tahun dan dikenal sebagai salah satu bupati pertama yang memberikan pendidikan barat kepada anak-anaknya.

R.M. Adipati Ario Sosroningrat juga pernah menjabat sebagai bupati Jepara setelah Kartini dilahirkan. Dari ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Tidak hanya itu, ayahnya dikatakan masih memiliki garis keturunan dari Kerajaan Majapahit hal ini diperkuat dengan pernyataan 'Pada abad ke-18 Pangeran Dangirin menjadi bupati di Surabaya sehingga nenek moyang R.M. Adipati Ario Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja (informasi ini perlu diteliti lebih lanjut).

Berbeda dengan ayahnya, ibu dari Kartini bukan keturunan dari bangsawan melainkan hanya rakyat biasa. Nama beliau adalah M.A. Ngasirah merupakan anak dari Kyai Haji Madirono dengan Nyai Haji Siti Aminah, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Raden Ayu Kartini merupakan anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari semua saudara kandungnya, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakaknya yang bernama Sosrokartono, seorang yang pintar dalam bidang sastra atau bahasa.

Pada pernikahan pertama, R.M. Adipati Ario Sosroningrat menjabat sebagai Wedana di Mayong. Peraturan kolonial pada saat itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan, maka M.A. Ngasirah yang bukan dari keturunan bangsawan harus rela karena R.M. Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan seorang bangsawan menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung dari seorang Raja Madura yang bernama R.A.A. Tjitrowikromo. Setelah pernikahan tersebut ayah Kartini diangkat menjadi Bupati di Jepara. M.A. Ngasirah menjadi istri pertama dan R.A. Woerjan menjadi istri utama.

R.A Kartini bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sekolah ini ia belajar Bahasa Belanda, namun hanya sampai usia 12 tahun karena budaya pada masa itu, anak perempuan harus tinggal dirumah untuk 'dipingit' dapat diartikan sebagai dikurung/berkurung di dalam rumah.
Belajar dapat dimana saja dan kapanpun selagi kita memiliki kemauan dan kesempatan, itulah yang dilakukan Kartini. Ia bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda salah satunya bernama Rosa Abendanon.

Munculnya Pemikiran Mengenai Emansipasi Wanita

Kebiasaan Kartini yang menulis surat kepada teman-teman korespondensi dan juga ditambah dengan sering membaca buku, koran, maupun majalah Eropa, Kartini menjadi tertarik pada kemajuan pola berpikir perempuan Eropa. Akhirnya timbul keinginan untuk memajukan wanita pribumi karena pada masa itu dengan budaya yang bersifat menekan perempuan, ia melihat bahwa wanita pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Kartini juga banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief, ia juga menerima Leestrommel (paket majalah langganan). Ia beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak bahwa Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian.

Perhatiannya tidak hanya fokus pada emansipasi wanita, namun juga dalam masalah sosial umum. Ia menginginkan agar wanita memperoleh persamaan hukum dan kebebasan sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Ia suka membaca buku, beberapa buku yang ia baca, yaitu Max HavelaarSurat-Surat Cinta karya Multatuli, dan De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus.

Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi wanita pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan bagi kaum wanita. 

Raden Ayu Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkelingZelf-onderrichtZelf- vertrouwenZelf-werkzaamheid, dan Solidariteit. Semua itu atas dasar Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan, ditambah dengan peri kemanusiaandan Nasionalisme (cinta tanah air).

R.A Kartini memiliki keinginan untuk dapat melihat wanita pribumi mendapatkan persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti persamaan hak wanita dengan laki-laki, kebebasan dalam menuntut ilmu, maupun dalam mengekang kebebasan wanita.

Surat-surat Kartini banyak mengungkap tentang kendala-kendala yang harus dihadapi ketika bercita-cita menjadi wanita Jawa yang lebih maju. Meski memiliki seorang ayah yang tergolong maju karena telah menyekolahkan anak-anak perempuannya meski hanya sampai umur 12 tahun, tetap saja pintu untuk ke sana tertutup. 

Raden Ayu Kartini sangat mencintai sang ayah, namun ternyata cinta kasih terhadap sang ayah tersebut juga pada akhirnya menjadi kendala besar dalam mewujudkan cita-citanya. Sang ayah dalam surat juga diungkapkan begitu mengasihi Kartini. Ia disebutkan akhirnya mengizinkan Kartini untuk belajar menjadi guru di Betawi, meski sebelumnya tak mengizinkan Kartini untuk melanjutkan studi ke Belanda ataupun untuk masuk sekolah kedokteran di Betawi.

Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi, terutama ke Eropa, memang terungkap dalam surat-suratnya. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginannya tersebut. Akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi setelah dinasihati oleh Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini

Pada tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi mungkin hanya akan menjadi mimpi yang tidak dapat diwudujkan. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi.

R.A Kartini menikah dengan K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada tanggal 12 November 1903, yang merupakan seorang bangsawan dan juga menjabat sebagai Bupati di Rembang yang telah mempunyai tiga orang istri. Suaminya mengerti apa yang diinginkan oleh Kartini, akhirnya Kartini diberi kebebasan dan didukung untuk mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang dan sekarang bangunan tersebut digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Meninggal Dunia

Pernikahannya dengan K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo memiliki satu orang anak yang bernama Soesalit Djojoahiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Berselang beberapa hari setelah melahirkan tepatnya pada tanggal 17 September 1904, Kartini meninggal dunia dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Berkat kegigihan yang dilakukan oleh Kartini, kemudian banyak sekolah wanita yang berdiri seperti di kota di Indonesia seperti Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon, daerah lainnya, maupun sekolah wanita yang didirikan oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912. Nama sekolah tersebut adalah Sekolah Kartini yang didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.
Penjelasan Politik Etis adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi.

Pengumpulan Surat yang Pernah Ditulis oleh Kartini

Setelah kematian Kartini, seseorang yang bernama J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan oleh Kartini kepada teman-teman korespondensi yang berada di Eropa. J.H. Abendanon yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang memiliki arti "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

Pada tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran. Pada tahun 1938 keluar buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang versi Armijn Pane seorang sastrawan Pujangga Baru. Surat-surat Kartini dalam bahasa Inggris juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L. Symmers. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Jawa dan Sunda. 

Surat-surat Kartini juga diterjemahkan oleh Sulastin Sutrisno. Pada mulanya Sulastin menerjemahkan Door Duisternis Tot Licht di Universitas Leiden, Belanda, saat ia melanjutkan studi di bidang sastra tahun 1972. Pada 1979, sebuah buku berisi terjemahan Sulastin Sutrisno versi lengkap Door Duisternis Tot Licht pun terbit. Buku kumpulan surat versi Sulastin Sutrisno terbit dengan judul Surat-Surat KartiniRenungan Tentang dan Untuk Bangsanya.

Buku yang terbit melalui pengumpulan surat kartini :
  • Habis Gelap Terbitlah Terang
  • Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
  • Letters from Kartini, An Indonesian Feminist
  • Panggil Aku Kartini Saja
  • Kartini Surat-Surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya
  • Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 
Surat-surat yang ditulis oleh Kartini menarik perhatian masyarakat Belanda dan pemikiran yang dituangkan dalam surat tersebut mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap wanita pribumi. Tidak hanya itu surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain W.R. Soepratman yang berhasil menciptakan sebuah lagi yang berjudul Ibu Kita Kartini. Lagu ibu kita Kartini menggambarkan inti perjuangan wanita untuk merdeka. Kini kemerdekaan kaum wanita diwujudkan dalam konsep emansipasi wanita.

          DAFTAR PUSTAKA BIOGRAFI SINGKAT : 

Sumber Artikel :
http://www.biografipedia.com/2016/04/biografi-ra-kartini-wanita-indonesia.html

Sumber Gambar : 
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/23/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_Raden_Ajeng_Kartini_TMnr_10018776.jpg

Pengertian dan Macam - macam CMS

1.  Pengertian CMS

CMS (Content Management System) adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola dan memfasilitasi proses pembuatan, pembaharuan, dan publikasi content secara bersama (collaborative content management). Content mengacu pada informasi dalam bentuk teks, grafik, gambar maupun dalam format-format lain yang perlu dikelola dengan tujuan memudahkan proses pembuatan, pembaharuan, distribusi, pencarian, analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk ditransformasikan ke dalam bentuk lain. Terminologi CMS sendiri cukup luas, di antaranya mencakup software aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu lainnya yang dapat dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi suatu perusahaan maupun global.

CMS (Content Management System) terbukti merupakan sebuah aset penting bagi perusahaan untuk mengelola content situs web dan portal secara efisien dan efektif. Saat ini, berbagai perusahaan mengkombinasikan content tak berstruktur dengan transaksi tradisional dan application logic untuk membangun aplikasi berbasis Web. Web application ini mewujudkan interaksi yang lebih personal dengan para user-nya, dan meningkatkan kinerja perusahaan dengan menyediakan layanan mandiri bagi para karyawan, partner, penyedia barang dan pelanggan. Aplikasi berbasis Web yang semakin berdaya, secara tidak langsung meningkatkan peranan dan pentingnya CMS sebagai bagian dari infrastruktur aplikasi perusahaan. Alhasil, pemilihan CMS yang akan diterapkan di perusahaan tidak bisa dianggap remeh.

Dengan adanya CMS yang terintegrasi dengan sebuah WebSite akan memberikan suatu nilai lebih yang akan meningkatkan fungsionalitas dan fleksibiltas dari Web Site tersebut, terlebih pada WebSite yang tujuan pemanfaatannya sebagai media promosi dan membangun citra konsumen, dimana kontinuitas dan inovasi dalam pemasaran produk-produk secara berkala dan berkesinambungan sebagai suatu hal yang memegang peranan penting dalam tercapainya target pemasaran.

CMS (Content Management System) adalah aplikasi web yang siap pakai. Ini merupakan istilah untuk pemilik website mengupdate websitenya tanpat bantuan pengembang web. Yang dilakukan pengembang web hanya installasi awal dan konfigurasi awal saja. Selanjutnya untuk pengisian artikel, gambar, dan konten-konten lainnya bisa dilakukan oleh pemilik website tanpa harus mengetahui kode-kode HTML ataupun pemrograman web seperti PHP atau ASP .NET

CMS sangatlah berguna dan handal untuk memisahkan tangungjawab antara penulis konten dan desainer web. Dengan demikian, desainer web dapat berkonsentrasi pada tugasnya terutama  masalah desain tampilan dan penempatannya. Sementara itu, siapapun  yang tidak memiliki kemampuan teknis dapat bertanggujawab atas masalah konten, misalnya menuliskan kalimat dan meletakkan gambar di situs web. Jadi, cara kerja CMS melibatkan desainer web dan penulis konten.

CMS membuat halaman web menjadi dinamis. Artinya, halaman web belum benar-benar ada sampai kita memastikan untuk memublikasikannya. Dengan demikian, konten dapat di perbaharui dan hasilnya dapat dilihat terlebih dahulu tanpa harus di publikasikan. Halaman web dinamis berguna saat pengembangan konten, tetapi pengembangannya belum seluruhnya selesai.

Sebenarnya CMS sangatlah rumit, berisi ribuan file dan script yang saling bekerjasama, berpadu dengan basis data untuk menghasilkan situs web. Intinya CMS di desain dan di ciptakan oleh tenaga ahli yang mempunyai kemampuan teknis, tetapi dapat digunakan, di atur, dan dijalankan oleh orang awam, sekalipun tidak mempunyai kemampuan teknis.

2.  Macam – macam CMS

1. Joomla
CMS joomla ini merupakan cms yang powerful. Karena itu, para webmaster menggunakannya untuk website yang sedikit rumit dan kompleks seperti company profile perusahaan, web sekolah maupun toko online. Meskipun menggunakan wordpress juga bisa, namun bagi client yang menginginkan webnya lebih dinamis tentu saja lebih memilih joomla karena tidak hanya mudah dalam pengaturan konten saja, namun joomla juga memudahkan dalam pengaturan menu-menunya maupun ekstensi yang diperlukan. Joomla pertama kali di rilis dengan versi 1.0 pada 17 September 2005sampai sekarang sudah vrsi 3.2 . Setiap versi Joomla yang baru adalah merupakan versi penyempurnaan dari versi-versi sebelumnya, dengan interface dan fitur-fitur yang ditambahkan.

2. WordPress
WordPress merupakan CMS yang berbasis blog. CMS ini paling digemari karena disamping user friendly, konon katanya menggunakan CMS wordpress memudahkan dalam optimasi search engine atau SEO. WordPress menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database mysql. Meskipun berbasis blog, namun banyak juga pengguna yang menggunakannya sebagai toko online, web forum, maupun web company profile. Ini dikarenakan banyak pengembang wordpress yang menciptakan extensi atau fitur-fitur yang bisa memungkinkan pengguna membuat web sesuai dengan keinginan. Selain berguna buat blog dan toko online, bagi anda yang menginginkan webnya dilengkapi dengan forum wordpress merupakan pilihan yang lengkap, karena wordpress juga menyediakan CMS yang bisa digunakan untuk membangun web forum dinamakan BBPpress.

3. Drupal
Sama seperti cms lainnya, bersifat terbuka dan dapat bebas di download dibawah lisensi GPL sehingga pengguna bisa bebas mempublish sesuai dengan keinginannya. Namun, menurut beberapa pemakai bawa CMS drupal ini agak sulit untuk pengguna baru. Drupal sempat menjadi CMS terbaik pada tahun 2008, dan Runer UP pada tahun 2010. Sayang pada tahun-tahun berikutnya kalah dengan Joomla dan WordPress. Namun begitu, ada beberapa kelebihan dari Drupal dari CMS yang lain yaitu File size-nya yang ringan hanya 1 M dan 3,3M saat di extract, Instalasi yang mudah serta dukungan database selain MySQL. CMS ini cocok untuk situs-situs portal berita.

4. Aura
Aura CMS merupakan cms buatan Indonesia. Namun, karena belum banyak yang mengembangkan CMS ini sehingga masih banyak kekurangannya. Di luncurkan pada tahun 2003, CMS mulai dari versi 1.0 kemudian dikembangkan sampa versi 1.6 pada tahun 2005.

5. Prestashop
Prestashop adalah CMS yang khusus digunakan dalam membangun toko online. CMS PRESTASHOP dapat di install pada webhosting dengan spesifikasi antara lain : berbasis linux atau windows, PHP versi 5.0 keatas, apache versi 1.3 atau IIS6 keatas.

6. Openchart
Sama dengan prestashop. Openchart adalah CMS khusus untuk toko online atau E commerce. Fitur-fiturnya lengkap,

7. XOOPs
Kepanjangan dari XOOPs adalah Extensible Object Oriented Portal System. XOOPs dulu merupakan portal system namun pada perkembangannya berpindah jalur menjadi CMS. Menggunakan bahasa PHP, dan server Apache. XOPPs bisa digunakan untuk website blog, pendidikan, komunitas maupun toko online.

8. CMS Moodle
CMS ini merupakan cms yang dikembangkan khusus untuk E learning. Biasanya digunakan ooleh website sekolah maupun web kursus online.

9. Vbuletin
Vbuletin adalah cms berbasis komunitas yang powerful. CMS ini bersifat komersial dengan 2 versi yaitu classic dengan harga $195 dan publishing suite dengan harga $285.

10. PHPBB
PhpBB merupakan software forum yang tertua dan paling banyak digunakan.

11. Simple Machine Forums (SMF) ,
SMF merupakan CMS untuk membangun web forum yang bisa di download dengan gratis. SMF memungkinkan anda untuk bisa mencostumize templatenya sesuai dengan kebutuhan dan bisa terintegrasi dengan web utama. Software ini ditulis dengan menggunakan bahasa PHPdan MySQL sebagai databasenya.


3.  Pendapat Saya Tentang CMS

Pendapat saya tentang CMS, saya baru mencoba sekali dengan menggunakan wordpress karena mudah dan friendly selain itu wordpress memudahkan dalam optimasi search engine, memiliki template yang keren dan bagus. Tetapi di samping keunggulan tersebut ternyata hanya bisa di manfaatkan oleh user yang telah berlangganan atau membayar fee kepada pihak wordpress tersebut sehingga bagi yang pengguna gratis tidak dapat menggunakan template yang bagus tersebut.

Alasan saya menggunakan cms, karena tugas kuliah dengan tujuan membuat Online Shop dengan menggunakan CMS.

4.  Daftar Pustaka


http://procms.blogspot.com/2012/09/apa-itu-cms.html

http://prothelon.com/belajar/cms/macam-macam-cms-dan-kegunaannya