1. Kesenjangan sosial pada pendidikan
Perkembangan
pendidikan di Indonesia memang masih pada level stagnan atau jalan ditempat.
Sistem pendidikan yang selalu berubah-rubah, kurikulum yang selalu berubah, dan
kebijakan-kebijakan yang membingungkan membuat status pendidikan Indonesia
belum juga meningkat. Pemerintah lewat kemendiknas telah benyak melakukan
terobosan-terobosan agar pendidikan di Indonesia semakin membaik.
Pemerintah telah menaikan
anggaran pendidikan menjadi 20%, hal tersebut bertujuan untuk menaikan kualitas
pendidikan di Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah dengan menaikan
anggaran pendidikan sebanyak 20% memang cukup strategis, namun tingkat keefektifan
anggaran tersebut masih diragukan. Program-program untuk meningkatkan kualitas
pendidikan yang lain diantaranya dalah sertifikasi guru. Sertifikasi guru
merupakan salah satu progaram unggulan yang masih hangat dalam dunia pendidikan
Indonesia.
Guru yang telah mendapatkan status guru bersertifikat, secara
finansial akan semakin membaik. Guru bersertifikat akan dinaikan gajinya dua
kali lipat dari gaji semula. Guru-guru yang telah bersertifikat diaharapkan
akan menjadi agen-agen pelecut kebangkitan pendidikan Indonesia. Pemerintah
dengan ekspektasi yang besar berharap dari guru-guru bersertifikat mampu
meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Harapan pemerintah nampaknya ibrat
dongeng negeri antah berantah yang hanya imajinasi dan khayalan saja.
Program pemerintah untuk
meningkatkan kesejahteraan guru nampaknya tidak berbanding dengan kualitas guru
pada kenyataannya. Guru dengan tunjangan hidup yang besar membuat sindrom OKB
(orang kaya baru) seperti lupa daratan dan tugas sesungguhnya sebagai pendidik.
Fenomena yang paling akatual adalah guru bermobil masuk sekolah. Jenjang
pendidikan SD, SMP, dan SMA seakan menjadi show room mobil dadakan. Halaman
sekolah manjadi parkiran mobil dari dari para sang pendidik.
Program pemerintah yang
tidak efektif dan efisien membuat kesenjangan sosial dalam dunia pendidikan
muncul. Pada satu sisi guru PNS dan bersertifikan mampu mengumpulkan
pundi-pundi uang yang banyak bahkan yang sebelumnya naik sepeda motor kini
sudah mampu membeli mobil. Ironisnya masih ada guru yang hanya digaji 100ribu
sampai 250 ribu perbulan. Uang 100 ribu sangat tidak layak untuk hidup selama
satu bulan, terlebih bagi guru yang sudah berkeluarga. Kesenjangan sosial
tersebut maka pendidikan Indonesia tidak akan berkembang. Prinsip keadilan dikalahkan
oleh prinsip ketamakan, prinsip keikhlasan kalah dengan tuntutan materil.
2. Solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial
pada pendidikan
- Meningkatkan mutu SDM terutama Guru dalam penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lainnya
- Peningkatan Mutu Guru dalam penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi
- Peningkatan Mutu Manajemen sekolah dan Manajemen pelayanan pendidikan
- Peningkatan mutu sarana dan prasarana
- Penanaman nilai-nilai keteladanan
- Pengembangan budaya baca dan pembinaa perpustakaan
- Penelitian dan pengembangan pendidikan
Sumber Internet:
https://sosialpendidikan.wordpress.com
https://rahmawatiindahlestari.wordpress.com

0 komentar:
Posting Komentar