Rabu, 28 Oktober 2015

Kesenjangan sosial pada pendidikan


1.     Kesenjangan sosial pada pendidikan

Perkembangan pendidikan di Indonesia memang masih pada level stagnan atau jalan ditempat. Sistem pendidikan yang selalu berubah-rubah, kurikulum yang selalu berubah, dan kebijakan-kebijakan yang membingungkan membuat status pendidikan Indonesia belum juga meningkat. Pemerintah lewat kemendiknas telah benyak melakukan terobosan-terobosan agar pendidikan di Indonesia semakin membaik.

Pemerintah telah menaikan anggaran pendidikan menjadi 20%, hal tersebut bertujuan untuk menaikan kualitas pendidikan di Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah dengan menaikan anggaran pendidikan sebanyak 20% memang cukup strategis, namun tingkat keefektifan anggaran tersebut masih diragukan. Program-program untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lain diantaranya dalah sertifikasi guru. Sertifikasi guru merupakan salah satu progaram unggulan yang masih hangat dalam dunia pendidikan Indonesia.

 Guru yang telah mendapatkan status guru bersertifikat, secara finansial akan semakin membaik. Guru bersertifikat akan dinaikan gajinya dua kali lipat dari gaji semula. Guru-guru yang telah bersertifikat diaharapkan akan menjadi agen-agen pelecut kebangkitan pendidikan Indonesia. Pemerintah dengan ekspektasi yang besar berharap dari guru-guru bersertifikat mampu meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Harapan pemerintah nampaknya ibrat dongeng negeri antah berantah yang hanya imajinasi dan khayalan saja.

Program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru nampaknya tidak berbanding dengan kualitas guru pada kenyataannya. Guru dengan tunjangan hidup yang besar membuat sindrom OKB (orang kaya baru) seperti lupa daratan dan tugas sesungguhnya sebagai pendidik. Fenomena yang paling akatual adalah guru bermobil masuk sekolah. Jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA seakan menjadi show room mobil dadakan. Halaman sekolah manjadi parkiran mobil dari dari para sang pendidik.

Program pemerintah yang tidak efektif dan efisien membuat kesenjangan sosial dalam dunia pendidikan muncul. Pada satu sisi guru PNS dan bersertifikan mampu mengumpulkan pundi-pundi uang yang banyak bahkan yang sebelumnya naik sepeda motor kini sudah mampu membeli mobil. Ironisnya masih ada guru yang hanya digaji 100ribu sampai 250 ribu perbulan. Uang 100 ribu sangat tidak layak untuk hidup selama satu bulan, terlebih bagi guru yang sudah berkeluarga. Kesenjangan sosial tersebut maka pendidikan Indonesia tidak akan berkembang. Prinsip keadilan dikalahkan oleh prinsip ketamakan, prinsip keikhlasan kalah dengan tuntutan materil.

2.     Solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial pada pendidikan

  • Meningkatkan mutu SDM terutama Guru dalam penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Asing lainnya
  • Peningkatan Mutu Guru dalam penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi
  • Peningkatan Mutu Manajemen sekolah dan Manajemen pelayanan pendidikan
  • Peningkatan mutu sarana dan prasarana
  • Penanaman nilai-nilai keteladanan
  • Pengembangan budaya baca dan pembinaa perpustakaan
  • Penelitian dan pengembangan pendidikan


Sumber Internet:

https://sosialpendidikan.wordpress.com

https://rahmawatiindahlestari.wordpress.com

Senin, 12 Oktober 2015

Ringkasan BAB 1 Materi Ilmu Sosial Dasar



1.      PERBEDAAN ILMU-ILMU SOSIAL, ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DAN ILMU SOSIAL DASAR

a.      Ilmu-ilmu Soaial
Ilmu Sosial merupakan ilmu yang terdiri dari sosiologi, ekonomi, politik, antropologi, sejarah, psikologi, gografi dan lain-lain.
Ilmu-ilmu sosial berkembang terus sesuai dengan kebutuhan manusia dalam era pembangunan, khususnya Indonesia. Wujud adanya perkembangan ilmu-ilmu sosial di Indonesia setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaan adalah :
-          Berdirinya Akademi Politik di Yogyakarta yang disponsori oleh tenaga akademis pembina ilmu politik di Belanda.
-          Didirikannya balai perguruan tinggi Gajah Mada yang mempunyai dua fakultas yaitu fakultas Sastra dan fakultas Sosial.
-          Berdirinya Akademi kepolisian
Dalam perkembangan selanjutnya dari ketiga lembaga pendidikan tinggi inilah berkembang ilmu-ilmu sosial di Indonesia, saat ini hampir semua perguruan tinggi di Indonesia menyelenggarakan pengajaran dalam bidang ilmu sosial.

b.      Ilmu pengetahuan Sosia (IPS)
Dari perkembangan ilmu-ilmu sosial timbul paham studi sosial atau disebut Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).  IPS adalah ilmu-ilmu yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah ( elementry and secondary school). Dengan demikian Ilmu Pengetahuan Sosial ialah ilmu-ilmu sosial yang dipilih dan disesuaikan bagi penggunaan program pendidikan di sekolah atau kelompok belajar lainnya yang sederajat.
IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan/ fusi dari sejumlah mata pelajaran sosial.Tetapi tidak semua ilmu-ilmu sosial otomatis dapat menjadi bahan pokok bahasan dalam IPS karena disesuaikan dengan tingkat usia, jenjang pendidikan dan perkembangan pengetahuan peserta didik.



2. LATAR BELAKANG ILMU SOSIAL DASAR
Latar belakang diberikannya matakuliah ISD di perguruan tinggi dikarenakan beberapa hal yaitu:
-          Banyaknya kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh para cendekiawan. Mereka berpendapat bahwa sistem pendidikan yang berlangsung masih berbau kolonial dan masih merupakan warisan sistem pendidikan pemerintah Belanda
-          Sistem pendidikan kita menjadi sesuatu yang elite bagi masyarakat kita sendiri sehingga kurang akrab dengan lingkungan masyarakat,serta tidak mengenali dimensi-dimensi lain diluar disiplin keilmuannya.
Sedangkan tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan mempunyai tiga jenis kemampuan yaitu personal, akademis, dan profesional.
a.       Kemampuan personal/ kemampuan kepribadian
Dengan kemampuan ini tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga menunjukkan sikap dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, mengenal dan memahami nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, kenegaraan/ pancasila serta memiliki pandangan luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia.
b.      Kemampuan Akedmik
Adalah kemampuan untk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tertulis, menguasai peralatan analisa, mampu berpikir logis, kritis, sistematis, dan analitis. Memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternatif pemecahannya.
c.       Kemampuan Profesional
Adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Tenaga ahli diharapkan memliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
c.    Ilmu Sosisal Dasar
ISD adalah gabungan dari disiplin ilmu-ilmu sosial yang dipergunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah-masalah sosial yang timbul dan berkembang dalam masyarakat. ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kepada mahasiswa, yang diharapkan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan memberi alternative terhadap gejala sosial tersebut.
           
3.      ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI KOMPONEN MKDU
    kemampuan personal ditanamkan kepada mahasiswa melalui mata kuliah dasar umum atau MKDU yang terdiri dari 6 matakuliah yaitu:
1.      Agama
2.      Pancasila
3.      Kewiraan
4.      Ilmu alamiah dasar / IAD
5.      Ilmu sosial dasar/ ISD
6.      Ilmu budaya dasar/ IBD
Tujuan Mata Kuliah Dasar Umum adalah :
1.      Sebagai usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai anggota masyarakat, bangsa, serta agama.
2.      Untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah dan kenyataan sosial yang timbul dalam masyarakat.
3.      Memberi pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu berpikir secara interdisipliner, sehingga memudahkan mereka berkomunikasi.

Ilmu sosial dasar sebagai bagian dari mata kuliah dasar umum mempunyai tema pokok perkuliahan yaitu hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya.
Tujuan ilmu sosial dasar adalah:
Membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan.
           

4.      RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
Berpangkal pada tujuan diatas maka ada dua masalah yang dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan mata kuliah ISD.
1.      Adanya berbagai aspek yang merupakan satu masalah sosial yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri maupun sebagai gabungan pendekatan gabungan antar bidang.
2.      Adanya keragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat, yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola tingkah laku sendiri,tetapi juga amat banyaknya kesamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola-pola pemikiran dan tingkah laku yang menyebabkan pertentangan maupun hubungan setia kawan dan kerjasama dalam masyarakat.

5.      MASALAH-MASALAH SOSIAL DAN ILMU SOSIAL  
a.      Masalah-masalah sosial
Masalah-masalah yang dihadapi masyarakat tidaklah sama, hal ini disebabkan perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam dimana masyarakat itu hidup
Pengertian masalah sosial :
1.      Menurut masyarakat, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial.
2.      Menurut para ahli, adalah suatu kondisi atau perkembangan dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi, mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
Contoh: pedagang kaki lima menurut definisi umum bukanlah masalah sosial karena merupakan upaya mencari nafkah, dan pelayanan warga pada taraf hidup tertentu. Tetapi bagi perencana kota merupakan sumber kekacauan lalu lintas dan peluang kejahatan.
Dengan demikian suatu masalah bisa digolongkan sebagai masalah sosial oleh ahli belum tentu dianggap masalah sosial oleh umum. Sebaliknya ada juga masalah yang dianggap masalah sosial oleh umum tetapi tidak oleh ahli.
            Batasan mengenai masalah sosial ditegaskan oleh Leslie (1974) yang mendefinisikan bahwa masalah sosial sebagai suatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan
sebagian warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai, dan karenanya dirasakan perlu untuk diatasi atau diperbaiki.

b.      Masalah-masalah sosial dan ahli ilmu sosial   
Masalah-masalah sosial muncul sejak adanya peradaban manusia, karena dianggap sebagai sesuatu yang menganggu kesejahteraan hidup. Hal itu merangsang masyarakat untuk mengidentifikasi, menganalisa, memahami dan memikirkan cara untuk mengatasinya. Sebelum ada ahli-ahli ilmu sosial masyarakat yang peka terhadap masalah sosial adalah ahi filsafat, pemuka agama, ahli politik dan kenegaraan.

c.       Masalah-masalah sosial dan Ilmu Sosial Dasar   
ISD sebagai suatu mata kuliah menyajikan pemahaman mengenai hakikat manusia sebagai mahkluk sosial dan masalah-masalahnya dengan menggunakan kerangka pendekatan yang melihat sasaran studinya sebagai suatu masalah obyektif dan subyektif. Dengan menggunakan kacamata obyektif berarti konsep dan teori yang berkenaan dengan hakikat manusia dan masalahnya yang telah dikembangkan dalam ilmu-ilmu sosial akan digunakan.
Sedangkan menurut kacamata subyektif, masalah-masalah yang dibahas tersebut akan dikaji menurut perspektif masyarakat yang bersangkutan dan dibandingkan dengan kacamata pengkaji atau mahasiswa yang mempelajari mata kuliah ISD.

Sumber Referensi: e-book Ilmu Sosial Dasar karya Drs. H. Abu Ahmadi, dkk